Tips Atasi Asma pada Anak dan Bayi
Kita semua tahu tentang serangan asma pada orang dewasa tetapi sangat sedikit dari kita yang dapat menyadari asma pada bayi. Beberapa bayi mungkin susah bernapas karena memiliki saluran pernapasan yang sangat kecil. Namun bisa saja bayi Anda terkena asma. Jika anda menduga bahwa anak anda menderita asma, anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Mereka mendiagnosa asma bayi dengan mempelajari gejala, riwayat medis, dan riwayat keluarga.Tujuan utama dari pengobatan adalah membantu bayi untuk berurusan dengan serangan asma. Hal ini memungkinkan bayi untuk bernapas dengan mudah. Ada sebuah alat yang disebut metered-dose inhaler (MDI atau) yang digunakan untuk memberi obat langsung ke dalam saluran napas. Ini terdiri dari aerosol kaleng kecil yang harus dimasukkan ke dalam tabung panjang dengan masker kecil yang disebut spacer. Masker ditempatkan pada wajah bayi dan obat disemprotkan ke dalam spacer yang dihirup si bayi ketika bernapas melalui masker.
Dalam segi gejalanya mungkin ada beberapa yang bisa Anda waspadai:
- Batuk yang bersifat menetap/ tidak kunjung sembuh.
- Kesulitan bernapas. Jika anak Anda masih bayi, Anda dapat mendeteksi kesulitan bernapas si kecil saat menyusui atau memberinya makan.
- Mengi atau muncul bunyi saat bernapas.
- Saat beraktivitas, anak tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk.
- Tarikan napas yang pendek dan cepat.
- Retraksi atau dada bergerak naik turun ketika bernapas.
- Si kecil sering merasakan sesak di dada.
- Bronkitis yang terjadi berulang kali dapat menjadi pertanda asma pada balita.
- Kenali dan catat gejala yang dialami anak-anak. Ketahui juga seberapa buruk gejala asma memengaruhi aktivitas keseharian mereka.
- Mendeteksi seberapa sering serangan asma kambuh.
- Kenali faktor pemicu yang dapat menyebabkan gejala memburuk seperti: hawa dingin, bulu binatang, olahraga, asap rokok.
- Ketahui apa yang perlu dilakukan ketika serangan asma terjadi.
- Pahami berbagai macam jenis pengobatan asma dan cara kerja masing-masing obat.
- Dengan bantuan dokter, menentukan pengobatan yang tepat untuk menangani asma anak.
- Apakah pengobatan sudah berhasil menangani gejala yang timbul dan mengurangi frekuensi serangan asma.
- Mengetahui efek samping masing-masing obat, sehingga anak tidak diberikan obat melebihi dosis.
- Mengetahui seberapa baik paru-paru anak bekerja dengan alat tes peak flow meter.
- Mengetahui gejala-gejala kondisi darurat terjadi dan kapan harus segera mengantar anak ke rumah sakit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar